Please enable JavaScript to access this page.
download (4)

Rangkuman Bahan Ajar IPS Tingkat SMP

 

BAB I
KONDISI FISIK WILAYAH INDONESIA

 

Standar Kompetensi
1. Memahami permasalahan social berkaitan denan pertumbuhan jumlah penduduk
Kompetensi Dasar
1.1 Mendeskripsikan konsisi fisik wilayah dan penduduk di Indonesia
Tujuan Pembelajaran
Di harapkan siswa dapat
– Membuat peta tentang posisi geografi dan astronomis Indonesia
– Mengkaji kaitan letak geografis dengan waktu dan perubahan musim di Indonesia
– Menjelaskan penyebaran flora dan fauna sesuai pembagian menurut wallcea maupun webber
– Menjelaskan persebaran tanah di Indonesia
– Mengkaji tentang jenis tanah dengan jenis tanaman yang sesuai dengan pemanfaatan tanah di Indonesia

Materi Pembelajaran
A. LETAK WILAYAH INDONESIA
1. Letak Astronomis Indonesia
Letak astronomis adalah letak suatu wilayah berdasarkan garis bujur dan garis lintang. Letak astronomis Indonesia diantara 6o LU – 11 o LS dan BT – 141 o BT.
Akibat letak Astronomis Indonesia, adalah sebagai berikut :
a. Seluruh wilayah kepulauan Indonesia terletak di sekitar katulistiwa suhu udara selalu panas (Beriklim panas)
b. Memiliki tiga daerah waktu yaitu WIB, WITA, dan WIT
2. Letak Geografis
Letak geografis adalah letak suatu wilayah dari kenyataan di permukaan bumi. Letak geografis Indonesia diantara benua Asia dan Benua Australia dan Samudra Hindia dengan samudra Pasifik.

B. PENGARUH LETAK INDONESIA TERHADAP IKLIM DAN WAKTU
1. Pengaruh letak Indonesia terhadap iklim
a. Angin Muson Barat Laut
Angin muson barat laut bertiup bulan Oktober – April. Hal ini disebabkan 23 Desember – 21 Maret kedudukan semu matahari berada di belahan bumi selatan. Sehingga pada bulan Oktober – April sebagian besar wilayah Indonesia mengalami musim penghujan.

b. Angin muson Tenggara
Angin muson tenggara bertiup pada bulan April – Oktober. Disebabkan 21 Maret – 23 September, kedudukan semu matahari berada dibelahan bumi utara. Sehingga sebagaian besar wilayah Indonesia mengalami musim kemarau.

C. PENGARUH LETAK INDONESIA TERHADAP PEMBAGIAN WAKTU

No Daerah Waktu Garis Bujur Meliputi Selisih dari weaktu Greenwich
1. WIB (waktu Indonesia Barat) 105 o BT P.Sumatera, P. Jawa, Kalimantan barat, Kalimantan tengah Tujuh jam lebih awal dari waktu Greenwich
2. WITA (waktu Indonesia tengah) 120o BT Kalimantan selatan, Kalimantan Timur, Bali, NTB, NTT, P. Sulawesi Delapan jam lebih awal dari waktu Greenwich
3. WIT (waktu Indonesia Timur) 135o BT Maluku dan Papua Sembilan jam lebih awal dari waktu greenwich

D. FLORA DAN FAUNA DI INDONESIA
1. FLORA DI INDONESIA
Faktor yang mempengaruhi jenis Flora :
– Keadaan Tanah
– Relief Tanah
– Iklim
– Keadaan Air

Jenis-jenis Flora
a. Jenis Flora Indonesia Bagian Barat (Tipe Asia)
Contoh : kayu meranti, kamper, merbau, kruing, bangkral dan berbagai jenis anggrek, jenis lumut, cendawan, paku-pakuan dan mengrove
b. Jenis flora Indonesia bagian Timur (tipe Australia)
Contoh : hutan lumut, hutan sagu dan nipah, hutan hujan tropis yang berupa pepohonan tinggi dan lebat.
c. Jenis Flora Indonesia Bagian Tengah (Tipe Peralihan)
Contoh :
– Vegetasi hutan hujan tropis di wilayah NTT
– Vegetasi hutan tropis pegunungan diwilayah sulawesi
– Vegetasi hutan campuran di wilayah kepulauan Maluku dengan jenis rempah-rempah.

2. FAUNA DI INDONESIA
Persebaran fauna di Indonesia dibagi menjadi tiga wilayah yaitu wilayah Indonesia bagian barat, tengah dan timur.
a. Wilayah fauna Indonesia bagian barat (tipe Asia)
Contoh : harimau, beruang, gajah, badak, banteng, tapir, kera gibbon, siamang orang utan, kijang, kancil, pelatuk, singen mukang, ikan lumba-lumba
b) Wilayah fauna Indonesia bagian timur (Tipe Australia)
Contoh :
– Mamalia : kanguru, walibi, beruang, nondiak, opssumlaying, kuskus dan kanguru pohon
– Reptilian : biawak, buaya, kura-kura, kadal,
– Amfibia : katak pohon, katak terbang, katak air
– Burung : cendrawasih, kasuari, nuri, raja udang
– Berbagai jenis ikan
– Berbagai jenis serangga
c) Wilayah fauna Indonesia bagian tengah (tipe peralihan)
Contoh :
– Mamalia terdiri dari anoa, babi rusa, kuskus, monyet hitam, sapi, banteng dan kuda
– Reptilian terdiri dari biawak, komodo, kura-kura, buaya
– Amfibia terdiri katak pohon, katak terbang, katak air
– Burung terdiri dari maleo, nuri, merpati, burung dewata dan angsa

D. PERSEBARAN JENIS TANAH DI INDONESIA DAN PEMANFAATANNYA
Tanah adalah lapisan kulit bumi bagian luar yang merupakan hasil pelapukan dan pengendapan batuan yang mengandung macam-macam bahan organic dan anorganik.
Perubahan batuan menjadi butir-butir dikarenakan oleh beberapa factor berikut :
1) Pemanasan matahari yang terus menerus
2) Batuan yang retak-retak dipercepat perapukannya oleh air
3) Media tumbuhnya tanaman
4) Media aktifitas makhluk hidup lain

1. Jenis Tanah di Indonesia
Terdapat macam-macam jenis tanah yang disebabkan oleh hal-hal berikut :
a) Batuan induk yang berbeda-beda
b) Curah hujan yang berbeda-beda
c) Penyinaran matahari yang berbeda-beda
d) Perbedaan relief yang besar
e) Keberadaan tumbuhan penutup tanah
Jenis-jenis tanah di Indonesia

No Jenis Tanah Bahan Induk Tingkat kesuburan pemanfaatan
1. Tanah kapur Gamping, abu gunung merapi dan bebatuan endapan yang mengalami pelapukan Tidak subur Ditanami pohon jati dan palawija
2. Tanah merah Pelapukan batuan breksi yang berasal dari gunung api Kurang subur Untuk pertanian
3. Tanah Laterit Daerah tanah liat, endapan bahan vulkanik Tidak subur Untuk bahan baku industry gerabah (keramik)
4. Tanah vulkanis/andosol Dari abu vulkanik yang telah mengalami proses pelapukan Subur Untuk pertanian dan perkebunan
5. Tanah gambut Bahan organic dan terbentuk karena kandungan air Kurang subur Untuk persawahan pasang surut
6. Tanah podzol Proses pencucian dan curah hujan tinggi Kurang subur Untuk pertanian tapi kurang subur
7. Tanah humus Tanah vegetasi Subur Untuk pertanian
8. Tanah margel Campuran tanah liat, kapur pasir Tidak subur Ditanami pohon jati tapi tidak subur
9. Tanah alluvial Endapan lumpur halus Subur Ditanami padi, palawija, dan perkebunan
10. Latosol Batuan beku, sedimen, metamorf Kurang subur Ditanami padi, palawija dan perkebunan
11. Grumusol Batu kapur dan tuffa vulkanik Tidak subur Cocok untuk palawija dan perkebunan

 

 

BAB 2
PERMASALAHAN PENDUDUK INDONESIA
DAN UPAYA PENANGGULANGANNYA

Standar Kompetensi
1. Memahami permasalahan social berkaitan denan pertumbuhan jumlah penduduk
Kompetensi Dasar
1.2 Mengidentifikasi permasalahan penduduk dan upaya penanggulangannya
Materi Pokok
– Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk
– Kepadatan penduduk dan cara menghitungnya
– Piramida penduduk Indonesia
– Cara menghitung sex ratio dan beban ketergantungan
– Angka usia harapan hidup
– Ledakan penduduk dan upaya mengatasinya
– Jenis-jenis migrasi dan factor penyebabnya
– Dampak positif dan negative migrasi dan usaha penanggulangan dampak negative migrasi

Materi Pembelajaran
A. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN PENDUDUK
Pengertian “Penduduk” secara umum adalah masyarakat yang tinggal atau mendiami suatu wilayah tertentu.
Permasalahan kependudukan menurut sifatnya, yakni Kuantitatif dan Kualitatif
1. Kuantitas dan kualitas penduduk
Kuantitas penduduk adalah jumlah keseluruhan penduduk yang menempati seluruh wilyah di Indonesia. Dalam proses pengumpulan data penduduk dapat dikelompokan atas tiga pengemlompokan. Pertama dengan Regrestasi (pencatatan), kedua dengan survey/sampel dan terakhir dengan sensus.
2. Kualitas Penduduk
Kualitas penduduk/mutu dipakai untuk mengukur kualitas penduduk dilihat dari tiga yaitu pendapatan, pendidikan dan kesehatan.

Pertumbuhan Penduduk Cepat
Secara nasional pertumbuhan penduduk Indonesia masih relatif cepat, walaupun ada kecenderungan menurun. Antara tahun 1961 – 1971 pertumbuhan penduduk sebesar 2,1 % pertahun, tahun 1971 – 1980 sebesar 2,32% pertahun, tahun 1980 – 1990 sebesar 1,98% pertahun, dan periode 1990 – 2000 sebesar 1,6% pertahun. Keluarga berencana merupakan suatu usaha untuk membatasi jumlah anak dalam keluarga, demi kesejahteraan keluarga. Dalam program ini setiap keluarga dianjurkan mempunyai dua atau tiga anak saja atau merupakan keluarga kecil.Dengan terbentuknya keluarga kecil diharapkan semua kebutuhan hidup anggota keluarga dapat terpenuhi sehingga terbentuklah keluarga sejahtera.
Terdapat beberapa solusi yang bisa digunakan sebagai upaya pencegahan atas masalah kependudukan, diantaranya:
1. Melaksanakan program KB (2 anak lebih baik)
2. Menunda pernikahan dini
3. Meratakan pertumbuhan penduduk

Berikut kekurangan dan kelebihan dari masing-masing program :
1. Program Transmigrasi
Program transmigrasi adalah program nasional untuk memindahkan kelompok penduduk dari satu tempat ke tempat yang lain. Misalnya, kalau ada tempat di mana ada terlalu banyak penduduk, di sana pasti ada banyak masalah, seperti masalah kesehatan, masalah tanah, dan masalah sosial yan lain. Untuk mencegah masalah itu, pemerintah coba memindahkan penduduk dari tempat-tempat seperti itu ke tempat yang lain di mana jumlah penduduknya sedikit. Jadi dulu, penduduk Jawa, Madura dan Bali sudah dipindahkan ke Irian Jaya, Sumatra, dan Kalimantan.
Kami rasa program transmigrasi ini sudah banyak menolong penduduk Indonesia. Peserta program transmigrasi diberi sebuah rumah, alat-alat untuk bertani dan sedikit uang. Ada sekolah dan puskesmas. Setelah dipindahkan, kehidupan mereka lebih baik daripada dulu.
Program ini dapat banyak kritik. Kritik salah satunya adalah mengenai hutan yang menghilang karena transmigran. Mereka menebang pohon-pohon untuk mempersiapkan ladang mereka.

2. Program Keluarga Berencana
Dalam program Keluarga Berencana (“Dua Anak Cukup!”), suami-istri diberi informasi dan alat/obat kontrasepsi. Dengan ini, pemerintah mencoba untuk mencegah kelahiran terlalu banyak anak. Kritik atas program ini adalah kritik mengenai obat kontrasepsi yang bernama “Norplant”. Perempuan yang pakai Norplant itu tidak bisa beranak lagi untuk selamanya. Dan ada juga orang yang bilang bahwa perempuan dipaksa untuk pakai Norplant ini (Norplant ada sebuah obat yang disuntikkan di bawah kulit).

 

BAB 3
PERMASALAHAN LINGKUNGAN HIDUP DI INDONESIA DAN UPAYA PENANGGULANGANNYA DALAM KONTEKS PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN

Standar Komptensi
1. Memahami permasalahan social berkaitan dengan pertumbuhan jumlah penduduk Indonesia
Kompetensi Dasar
1.3 Mendeskripsikan permasalahan lingkungan hidup dan upaya penanggulangannya dalam pembangunan berkelanjutan
Materi Pokok
– Lingukungan hidup dan pelestariannya unsur-unsur lingkungan abiotic, biotik dan social budaya
– Arti penting lingkungan bagi kehidupan
– Bentuk-bentuk kerusakan lingkungan hidup
– Pelestarian lingkungan hidup

A. Lingkungan Hidup
Lingkungan hidup adalah segala sesuatu yang berada disekitar kita yang memberi tempat dan bahan untuk kehidupan. Untuk memahami lingkungan hidup kita baru mengerti tentang ekosistem maupun ekologi.
Ekosistem adalah unsur-unsur lingkungan hidup yang merupakan kesatuan menyeluruh dan saling mempengaruhi dalam bentuk keseimbangan. Ekologi merupakan ilmu yang mempelaji tentang alam dan makhluk hidup dalam system kehidupan dan penesuaian makhluk hidup dengan habitatnya.
1. Unsur-unsur lingkungan hidup
Lingkungan hidup terdiri dari unsur abiotic,biotik dan budaya
a. Unsur Abiotik/fisik berfungsi sebagai meia untuk berlangsungnya kehidupan
b. Unsur biotik /hayati semua makhluk hidup yang ada dibumi
c. Unsur budaya merupakan abtraksi yang berwujud nilai, norma, gagasan dan konsep dalam memahami dan menginterprestasikan lingkungan.

2. Arti penting lingkungan bagi kehidupan
a. Wahana bagi kelanjutan kehidupan
b. Habitat (tempat tinggal)

3. Kerusakan ligkungan
Kerusakan lingkungan hidup disebabkan oleh dua factor yang menyebabkan rusaknya ekosistem alam
a. Kerusakan akibat peristiwa alam contohnya Gunung berapi dan gempa bumi
b. Kerusakan akibat tindakan manusia contohnya pencemaran lingkungan dan kerusakan hutan.
c. Kerusakan akibat banjir contihnya rusaknya sungai dan waduk.

 

BAB 4
PERMASALAHAN-PERMASALAHAN DAN DAMPAKNYA
TERHADAP PEMBANGUNAN

Standar Kompetensi
2. Memahami permasalahan social berkaitan dengan pertumbuhan jumlah penduduk Indonesia
Kompetensi Dasar
1.4 Mendeskripsikan permasalahan kependudukan dan dampaknya terhadap pembangunan
Materi Pokok
– Permasalahan penduduk Indonesia
– Dampak dari permasalahan penduduk terhadap pembangunan

Permasalahan Penduduk (Kuantitas dan Kualitas)
Pembangunan suatu bangsa berkaitan erat dengan permasalahan kependudukannya. Suatu pembangunan dapat berhasil jika didukung oleh subjek pembangunan, yakni penduduk yang memiliki kualitas dan kuantitas yang memadai.
1. Permasalahan kuantitas penduduk di Indonesia :
Jumlah penduduk Indonesia
Besarnya sumber daya manusia Indonesia dapat di lihat dari jumlah penduduk yang ada. Jumlah penduduk di Indonesia berada pada urutan keempat terbesar setelah Cina, India, dan Amerika Serikat, penyebaran penduduk tidak merata serta pertumbuhan penduduk 1.61% pertahun.

Kwalitas penduduk
Kwalitas penduduk yaitu taraf kehidupan atau derajat kehidupan dalam memenuhi kebutuhan hidup utama. Antara lain : kebutuhan sandang, kebutuhan pangan, kebutuhan perumahan, kebutuhan pendidikan dan kebutuhan kesehatan.
Factor-faktor yang menentukan mutu penduduk suatu Negara adalah :
– Tingkat pendidikanya
Pendidikan nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bansgsa”Manusia seutuhnya” artinya menjadi masnusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, sehat jasmani dan rohani, memiliki kepribadian yang mantap dan tanggung serta tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
– Tingkat kesejahteraanya
Pendapatan atau penghasilan taraf hidup rakya, makin tinggi pendapatan maka makin tinggi juga taraf hidupnya
– Tingkat kesehatannya
Sebagian penduduk Indonesia tingkat kesehatannya tergolong rendah disebabkan karena kurang paham kesehatan, sarana kesehatan kurang merata, kurang mampu berobat dan pendidikan yang rendah.

 

BAB 5
AWAL KEKUASAAN BARAT DI INDONESIA

Standar Kompetensi
3. Memahami proses kebangkitan nasional
Kompetensi Dasar
3.1 Menjelaskan proses perkembangan kolonialisme dan imperialism Barat, serta pengaruh yang ditimbulkannya di berbagai daerah
Materi Pokok
– Mengidentifikasi kebijakan kebijakan pemerintah kolonial

Awal kekuasaan barat di Indonesia
Tujuan Awal
Tujuan awal kedatangan bangsa Eropa ke Indonesia adalah untuk memperoleh rempah – rempah langsung dari sumbernya.Tujuan itu kemudian berkembang ke arah Kolonialisme dan Imperialisme alias penjajahan. Monopoli merupakan suatu bentuk sistem perdagangan yang dijalankan bangsa Eropa di Indonesia untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya. Dengan sistem tersebut bangsa Indonesia dipaksa menjual hasil perkebunannya hanya kepada Eropa dengan harga yang telah ditetapkan menurut kehendaknya. Negara – negara yang pernah menjalankan monopoli perdagangan di Indonesia adalah :
1. Portugis (Portugal)
2. Inggris (East Indian Company)
3. Belanda sebelum VOC
Portugis
Pada abad ke 15 Portugis menguasai Malaka,kemudian mengembangkan usahanya untuk mendapatkan rempah-rempah langsung dari Maluku. Pada tahun 1512 Portugis mulai masuk ke Ternate,dan diterima dengan baik oleh Sultan Ternate. Terbukti dengan diperkenankannya Portugis untuk mendirikan benteng yang dinamakan Sao Paulo.
Diperbolehkannya membangun benteng adalah karena Sultan Ternate meminta jaminan dari Portugis untuk memberi dukungan secara militer, dalam rangka menghadapi ancaman kerajaan lain terutama Tidore. Portugis menyetujuinya dengan satu syarat yaitu, Portugis meminta hak monopoli perdagangan rempah-rempah di Ternate.
Persetujuan tersebut ternyata menyebabkan kerugian bagi kerajaan Ternate. Monopoli Portugis membuat petani rempah-rempah menjadi tertindas. Mereka tidak dapat menjual rempah-rempahnya dengan bebas, mereka hanya boleh menjual kepada Portugis dengan harga yang ditentukan oleh Portugis. Hal tersebut membuat petani sangat dirugikan, sedangkan Portugis sangat diuntungkan. Monopoli tersebut mengakibatkan pendapatan petani Ternate sangat rendah yang akhinya menimbulkan kesengsaraan.
Selain di Ternate, Portugis juga berupaya melakukan monopoli perdagangan di wilayah Indonesia lainnya yaitu:
• Di Samudra Pasai
• Di Minangkabau
• Di Pakuan Pajajaran

East Indian Company (Inggris)
Pada akhir abad ke 16, EIC mengadakan hubungan dagang di beberapa tempat di Indonesia yaitu :
• Di wilayah kesultanan Aceh, Inggris dapat mendirikan kantor dagang atas ijin Sultan Iskandar Thani.
• Kegiatan perdagangan juga dilakukan di Jayakarta, Banjar, Gowa dan Maluku.
Akan tetapi Inggris tidak berhasil menanamkan monopoli perdagangan di Indonesia, berikut ini adalah alasan yang menyebabkan kegagalan mereka :
• Ketidaksukaan rakyat setempat terhadap pola perdagangan IEC. IEC cenderung memaksakan cara berdagang menurut aturannya sendiri tanpa berusaha berkompromi terhadap penguasa setempat. Sangat berbeda dengan cara yamg dilakukan oleh Portugis.
• Ketidakmampuan bersaing dengan armada dagang Belanda. Dengan kekuatan militer dan kemampuannya mempengaruhi penguasa setempat, armada dagang Belanda membuat Inggris perlahan-lahan tersingkir dari kawasan perdagangan Indonesia.

Belanda
Pelayaran Cornelis de Houtman sesampainya di Tanjung Harapan, tidak melalui pantai timur Afrika melainkan memilih menyebrang mengarungi Samudra Hindia. Pantai selatan Sumatra dijelajah terus ke timur, mendarat di Bandar Banten pada tahun 1596. Sempat terjadi perselisihan dengan penguasa Banten, de Houtman melanjutkan pelayarannya ke arah timur singgah di pantai utara Jawa dan Maluku. Setelah berhasil memborong rempah-rempah begitu banyak, kembalilah Cornelis de Houtman ke negerinya, Belanda dengan rasa puas.
Pada tahun 1598, penjelajahan Belanda di bawah pimpinan Jacob van Neck tiba di Banten. Mereka diterima dengan baik oleh penguasa Banten, juga pendaratan disepanjang pantai utara dan Maluku. Sejak ini, terjalin hubungan dagang dengan para pedagang Belanda yang semakin ramai. Dalam perkembangannya antar pedagang Belanda terjadi persaingan yang kian memanas. Untuk mengatasi persaingan yang rawan ini dibentuklah suatu kongsi dagang berupa persekutuan dagang India Timur atas prakarsa Johan van Oldenborneveld. Kongsi dagang ini dibentuk tanggal 20 Maret 1602 dengan nama Vereenigde Oost Indische Compaqnie ( VOC ).
Tujuan pembentukan VOC sebenarnya tidak hanya untuk menghindari persaingan diantara pedagang Belanda, tetapi juga :
1. Menyaingi kongsi dagang Inggris di India, yaitu EIC ( East India Company ).
2. Penguasai pelabuhan-pelabuhan penting dan kerajaan-kerajaan.
3. Melaksanakan monopoli perdagangan rempah-rempah.

 

BAB 6
KEBIJAKAN EKONOMI PEMERINTAHAN RAFFLES

Standar Kompetensi
2. Memahami proses kebangkitan nasional
Kompetensi Dasar
2.1 Menjelaskan proses perkembangan kolonialisme dan imperialism Barat, serta pengaruh yang ditimbulkannya di berbagai daerah
Materi Pokok
– Kebijakan ekonomi pemerintahan Raffles

KEBIJAKAN EKONOMI PEMERINTAHAN RAFFLES
Politik pemerintahan Raffles berdasar pada asas liberal yakni menekankan kebebasan dan persamaan manusia. Dijiwai oleh asas liberal Raffles bermaksud mewujudkan kebebasan dan menegakkan hokum dalam pemerintahnnya yang meliputi kebebasan menanam, berdagang dan produksi untuk ekspor. Sedang dibidang hokum berupa perlindungan kepada rakyat agar bebas dari kesewenang-wenangan. Raffles menerapkan kebijakan ekonomi seperti yang dijalankan Inggris di India karena ada kemiripan dengan di Indonesia yang sama-sama berciri agraris, kebijakan itu dikenal dengan system pajak tanah (Landrent Sistem)
1. Pokok-pokok system pajak tanah
– Segala bentuk penyerahan wajib dan kerja paksa dihapuskan, rakyat bebas mananam jenis tanaman yang menguntungkan
– Semua tanah menjadi milik pemerintah colonial, petani diwajibkan membayar sewa tanah kepada pmerintah.
– Penyewa tanah dilakukan berdasarkan kontrak dengan batas waktu
2. Keuntungan Sistem pajak tanah bagi rakyat
– Rakyat bebas menanam jenis tanaman
– Rakyat membayar sewa sesuati aturan tanpa rasa khawatir ada pungutan liar
– Rakya bergerak untuk meningkatkan hasil pertanian yang akan meningkatkan taraf hidupnya

3. Keuntungan system pajak tanah bagi colonial
– Pemerintah memperoleh masukan pendapatan secara bertahap dan terjamin
– Besar hasil panen semakin besar pula sewa tanah yang diterima pemerintah kolonial
4. Kendala Sistem pajak tanah
– Sulit menentukan besar kecilnya pajak tanah
– System feudal telah berakar dan menjadi tradisi di Indonesia
– Banyak pengawai pemerintah colonial kurang cakap
– Rakyat belum mengenal alat pembayaran berupa uang

KEBIJAKAN EKONOMI PEMERINTAHAN KOLONIAL HIDIA BELANDA
1. Pertentangan kaum liberal dengan kaum konservatif
a. Golongan liberal
Tanah jajah akan memberi keuntungan keada negeri induk apabila urusan ekonomi diserahkan kepada pihak swasta, sedang pemerintah hanya memungut pajak dan mengawasi serta tidak perlu turut campur dalam urusan perdangangan hasil bumi ditanah jajah
b. Golongan konservatif
Tanah jajahan akan memberikan keuntungan apabila urusan ekonoimi ditangani langsung oleh pemerintah, dan perlu campur tangan dalam pemungutan hasil bumi
2. Kegagalan kebijakan politik liberal
a. Kebijakan politik liberal tidak sesuai dengan system feudal di Indonesia terutama Jawa
b. Pemerintah sulit berhubungan langsung dengan rakyat secara bebas
c. Hasil perdagangan dari sector ekspor kalah bersaing dengan inggris
d. Pemerintah colonial mengalmi deficit keuangan untuk biaya perang
e. Wilayah Belgia memisahkan diri tahun 1830 sehingga Belanda kehilangan daerah industrinya.

AKIBAT DIBERLAKUKANNYA SISTEM TANAM PAKSA
Bagi pemerintahan Belanda
– Kesulitan keuangan yang dialami pemerintah dapat segera diatasi
– Pemerintah Belanda surplus keuangan
– Perusahaan Belanda mendapat keuntungan melimpah

Bagi rakyat Indonesia
– Rakyat dibeberapa daerah tertimpa bahaya kelaparan
– Banyak penduduk yang melarikan diri meninggalkan desanya
– Jumlah penduduk jawa banyak berkurang

PENENTANG SISTEM TANAM PAKSA
– Golongan humanis
– Golongan kapitalis

TOKOH PENENTANG SISTEM TANAM PAKSA
– Baron Van Hoevel
– EFE Douwe Dekker
– Fransen Van Der Putte

BAB 7
REAKSI BANGSA INDONESIA TERHADAP KEKUASAAN BARAT

Standar Kompetensi
2. Memahami proses kebangkitan nasional
Kompetensi Dasar
2.1 Menjelaskan proses perkembangan kolonialisme dan imperialism Barat, serta pengaruh yang ditimbulkannya di berbagai daerah
Materi Pokok
– Pengaruh yang ditimbulkan oleh kebijakan-kebijakan pemerintah colonial diberbagai daerah

REAKSI RAKYAT INDONESIA TERHADAP KEKUASAAN PORTUGIS DAN SPANYOL

Terjadi sejak dikuasainya pasar perdagangan rempah-rempah terbesar di Asia tenggara yaitu Malaka tahun 1511, dikuasainya pusat rempah-rempah oleh Portugis yaitu Maluku tahun 1526 dan setelah perjanjian Saragosa antara Spanyol dan Portugis.

PERLAWANAN TERHADAP PORTUGIS
Perlawanan kerajaan Aceh yang dipimpin Sultan Ali Mughayat Syah dan dilanjutkan Sultan Iskandar Muda Perang tersebut disebabkan oleh persaingan antara kerajaan Aceh dengan Portugis dalam memperebutkan jalur perdagangan di selat Malaka. Usaha Aceh untuk menying kirkan Portugis dilakukan dengan cara melengkapi kapal dagangnya dengan prajurit dan persenjataan, menjalin kerjasama dengan kerajaan Demak, dan meminta bantuan persenjataan ke Turki, Inggris, Goa dan Gujarat. Dalam perang tersebut tidak ada yang menang dan yang kalah. Perang berakhir setelah jatuhnya pelabuhan Malaka ke tangan Belanda tahun 1641.
Perlawanan Kerajaan Ternate mulai terjadi sejak tahun 1533 yang dipimpin Sultan Dajalo.Perang ini disebabkan oleh adanya monopoli perdagangan oleh Portugis, Portugis ikut campur tangan masalah intern kerajaan serta keserakahan dan kesombongan Portugis yang memandang rendah penduduk Ternate. Untuk itu Sultan Dajalo menyatukan rakyat Ternate, Tidore, dan Irian untuk bangkit melawan Portugis. Pasukan Ternate berhasil membakar benteng dan mendesak pasukan Portugis. Tetapi berkat bantuan pasukan Portugis dari Malaka yang dipimpin Antonio Galvano perlawanan dapat dipadamkan.
Pada tahun 1565 perlawanan rakyat bangkit lagi, dipimpin S. Hairun, pasukan Portugis terdesak dan minta diadakan perjanjian damai di benteng New Victoria. S Hairun memenuhi permintaan Portugis namun secara licik S. Hairun dibunuh oleh kaki tangan Portugis di dalam benteng Meninggalnya Sultan Hairun membuat marah rakyat Ternate perlawanan berkobar lagi dan lebih besar dipimpin Sultan Baabulah putra S. Hairun. Pada tahun 1574 benteng Portugis berhasil direbut dan tanggal 28 Desember 1577 Portugis terusir dari seluruh Maluku dan melarikan diri ke Timor-timur.

PERLAWANAN TERHADAP INGGRIS
Pada tahun 1604 EIC tiba di Ternate, Tidore, Banda dan Ambon dibawah pimpinan Sir Henry Middleton, ditempat itu mendapat perlawnan dari VOC. Tahun 1622 terjadi peperangan, sehingga Inggris mengalihkan perhatiannya ke daerah Asia lainnya. Kegagalan Inggris menerapkan monopoli perdaganan di Indonesia, maka tidak reaksi yang berarti dari Bangsa Indonesia.

PERLAWANAN TERHADAP VOC
Terjadi karena monopoli perdagangan yang dilakukan VOC serta usahanya untuk memperluas daerah jajahan. Perang terhadap VOC diantaranya adalah :
Perlawanan kerajaan Mataram
Perlawanan ini disebabkan oleh usaha Sultan Agung Hanyokrokusumo dari Mataram untuk mengembangkan kekuasaanya di seluruh Jawa. Tetapi usaha ini terhalang oleh VOC yang ada di Batavia. Untuk itu perlu dilancarkan serangan ke Batavia guna menyingkirkan VOC dari pulau Jawa. Alasan Mataram adalah VOC tidak mau mengakui kedaulatan kerajaan Mataram dan berusaha memonopoli perdagangan di Jawa.
Serangan kerajaan Mataram terjadi 2 kali, Tahun 1627 dipimpin Tumeng gung Bahurekso, Suro Agul-Agul, Dipati Uposonto, Dipati Mandurejo,dan Dipati Ukur. Serangan pertama gagal karena banyak persediaan makanan pasukan Mataram di bakar Belanda,jarak Mataram VOC yang jauh dan kalah persenjataan perang. Pada serangan kedua dipimpin Pangeran Puger dan Gbr. Sultan Agung H Pangeran Purboyo berhasil mengepung Batavia berhari-hari dalam sera ngan ini Gubernur Jenderal Belanda J.P Coen tewas terkena penyakit kolera
Sepeninggal Sultan Agung, penggantinya yaitu Sultan Amangkurat Mas I justeru bersedia bekerjasama dengan Belanda. Hal ini menimbulkan kemarahan rakyat khususnya daerah Pantura, mereka bangkit melawan Belanda dipimpin Trunojoyo yang dibantu pasukan Makasar dipimpin Kraeng Galesung dan berhasil menguasai ibukota kerajaan Mataram.
Pengganti Amangkurat Mas I adalah Amangkurat Mas II. Ibukota Mataram dipindah ke Surakarta ia berhasil menyingkirkan Trunojoyo berkat bantuan Belanda. Tetapi Amangkurat Mas II sadar, kerjasama dengan Belanda lebih banyak ruginya maka ketika Untung Suropati melawan Belanda ia justeru mendukung dan kapten Tack berhasil dibunuh. Belanda berusaha memecah belah kerajaan Mataram, maka ketika terjadi perang yang dipimpin P.Mangkubumi dan Raden Mas Said diselesaikan dengan perjanjian Gianti dan perjanjian Salatiga. Perjanjian Gianti berisi kerajaan Mataram dibagi menjadi 2 Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta. P.Mangkubumi menjadi raja di Kasultanan Yogyakarta bergelar Sri Sultan Hameng ku Buwono I, sedang perjanjian Salatiga membagi kasunanan Surakarta mnjadi 2 yaitu Kasuna nan Surakarta dan Mangkunegaran, Raden Mas Said menjadi raja Mangkunegaran bergelar Sri Mangkunegoro I.

Perlawanan kerajaan Makasar
Perlawanan ini dipimpin Sultan Hasanudin. Penyebab peperangan adalah keinginan VOC untuk memonopoli perdagangan di Makasar. Untuk itu VOC berusaha menguasai benteng Sombaapu yang strategis karena menghubungkan perdagangan antara Malaka – Jawa –Maluku.Pertama-tama VOC meminta Makasar untuk menutup pelabuhannya bagi kapal-kapal asing kecuali kepada Belanda. Permintaan tersebut ditolak S Hasanudin justeru S Hasanudin menguasai daerah sekitarnya termasuk Bone dan daerah Nusa tenggara. Aru Palaka penguasa Bone tidak terima maka ia minta bantuan Gbr. S. Hasanudin
Belanda untuk menyingkirkan S Hasanudin, akibatnya perang besar tidak dapat dihindari. S Hasanudin mengalami kekalahan dan terpaksa menandata ngani perjanjian Bongaya sambil mengulur waktu untuk menghimpun kekuatan kembali. Perjanjian Bongaya berisi : VOC memonopoli perdagangan di Makasar, VOC boleh mendirikan benteng Roterdam di Makasar, S. Hasanudin harus melepaskan daerah yang dikuasai termasuk Bone, Aru Palaka diakui sebagai raja Bone, dan Makasar harus mengganti kerugian perang. Setelah kekuatan kembali terkumpul S. Hasanudin melanjutkan perang dan gugur di benteng Sombaapu, pengikutnya yang setia melanjutkan perjuangan ke daerah lain seperti Kraeng Galesung dan Montemerano yang membantu Trunojoyo di Jawa.

Perlawanan kerajaan Banten
Di masa Sultan Ageng Tirtayasa, Banten mencapai kejayaan ia menerapkan sistem perdagangan bebas sehingga banyak bangsa berdagang dengan kerajaan Banten. Namun VOC
berusaha mendapat hak monopoli perdagangan di Banten, pertama-tama VOC memblokade jalur perdagangan di Banten. Sultan Ageng Tirtayasa minta bantuan Inggris,Denmark dan Perancis. VOC tidak kurang akal dengan siasat de vide et impera Sultan Haji anak Sultan Ageng Tirtayasa berhasil dibujuk Belanda untuk merebut tahta ayahnya.Tahun 1681pasukan VOC yang di bantu S. Haji berhasil mendesak pasukan S. Ageng Tirtayasa. S Ageng tertangkap dan di tawan hingga wafat pada tahun 1692. Sebagai imbalan Sultan Haji harus memberikan Cirebon
S. Ageng Tirtayasa kepada VOC, memberikan hak monopoli dagang lada di Banten dan Lam pung kepada VOC, dan Banten harus mengakui kekuasaan VOC. Namun perlawanan terhadap VOC di Banten terus berlanjut dibawah pimpinan Pangeran Purbaya,Ratu Bagus dan Kyai Tapa.

Perlawanan rakyat Maluku
Perlawanan rakyat Maluku terhadap VOC disebabkan oleh : upaya VOC memonopoli perdagangan rempah-rempah di Maluku, pelayaran hongi dan hak ekstirpasi yang dilakukan VOC. Pelayaran Hongi yaitu patroli keamanan menggunakan kapal kora-kora untuk mencegah terjadinya penyelundupan perdagangan rempah-rempah yang dilakukan rakyat Maluku terhadap bangsa lain. Hak ekstirpasi yaitu pembakaran tanaman cengkeh/ rempah-rempah untuk menjaga kestabilan harga rempah-rempah di pasar dunia.
Perlawanan rakyat Maluku terhadap VOC dipimpin oleh Kakiali (1635), Telukabesi (1646), Saidi (1650) dan oleh sultan Tidore bernama Sultan Jamaludin. Tertangkapnya S Jamaludin oleh VOC menyebabkan perang besar antara rakyat Tidore yang dipimpin Sultan Nuku putera S. Jamaludin melawan VOC. Siasat yang dipakai adalah mengadu domba antara tentara Inggris dengan tentara VOC. Setelah VOC kalah tentara Inggris disingkirkan dari Maluku, dan Tidore terbebas dari kekuasaan asing untuk sementara.

 

BAB 8
REAKSI BANGSA INDONESIA TERHADAP KEKUASAAN BARAT

Standar Kompetensi
2. Memahami proses kebangkitan nasional
Kompetensi Dasar
2.1 Menjelaskan proses perkembangan kolonialisme dan imperialism Barat, serta pengaruh yang ditimbulkannya di berbagai daerah
Materi Pokok
– Bentuk-bentuk perlawanan rakyat dalam menentang koloniasme barat di berbagai daerah

A. PERLAWANAN PATTIMURA (TAHUN 1817)
1. Latar Belakang
a. Pemerintah colonial memberlakukan kembali penyerahan wajib dan wajib kerja
b. Pemerintah colonial memberlakukan uang kertas, sedang rakyat telah terbiasa dengan uang logam
c. Pemerintah menggerakan para permuda untuk mau menjadi prajurit Belanda
d. Didudukinya benteng Durrstede oleh Belanda
2. Proses terjadinya perlawanan
a. Pattimura terpilih memimpin aksi penyerangan tanggal 15 Mei 1817 ke pos Belanda
b. Tanggal 16 Mei 1817 menerbu dan merebut benteng Duurstede, pertempuran meluas sampai SAPARUA, Seram, haruku, Larike dan Waksitu.
c. Perlawanan dipimpin: Thomas Matulesi (Pattimura), Anthonie Rhebok, Lucas Latumahina, Thomas Patiwael, Said Parintah, Raja Tio dan Daniel Sorbach.
d. Nopember 1817 Pattimura tertangkap dan tanggal 16 Desember 1817 dijatuhi hukuman gantung oleh Pemerintah Belanda.

B. PERANG PADRI (TAHUN 1821-1827)
1. Latar Belakang
a. Pada wal abad ke-19 di Minangkabau ulama kembali dari tanah suci yakni Haji Miskin, Haji Piabang dan Hami Sumanik yang kembali dengan aliran Wahabi, yakni suatu gerakan yang menghendaki9 Islam dilaksanakan sesuai Al Quran dan Hadist.
b. Gerakan ini disebut gerakan Padri (tokoh-tokoh agama atau ulama), tujuannya untuk memperbaiki dan mengembalikan masyarakat Minangkabau pada keadaan yang sesuai ajaran Islam, gerakan ini mendapat tantangan keras dari kalangan tokoh adat yang tidak menyetujui dihapuskannya adat kebiasaan yang telah berakar dalam kehidupan.
2. Sebab-sebab terjadinya perang Padri
a. Adanya perselisihan kaum adat dan kaum padre
b. Campur tangan Belanda dengan membantu kaum adat
3. Proses perlawanan perang Padri
a. Tahap I tahun 1921 – 1925
– Perang diantara kaum adat dan kaum Padri terjadi kota lawas, alahan Panjang, Tanah datar
– Tahun 1921 kaum adat meminta bantuan Belanda, kaum Padri menggempur pos Belanda di Semawang, Soli Air dan Lintau. Belanda membangun benteng Fart Ban Capellen di Batu Sangkar dan Fort de Kock di Bukitsangkar.
b. Tahap II tahun 1830 – 1837
– Perang rakyat Minangkabau melawan Belanda, serangan mulai bulan Agustus 1831.
– Pada tahun 1983 pertempuran meletus dipimpin, tuanku Nan Cerdik
– Sentot prawirodirjo membantu kaum Padri, diasingkan ke Cianjur Jawa Barat
– Pada tanggal25 Oktober 1837 Tuanku Imam Bonjol menyerah, namun perlawanan tetap berlangsung dari kaum Padri.

C. PERANG DIPONEGORO TAHUN 1825-1830
a. Sebab-sebab umum perang Diponegoro
– Penderitaan rakyat akibat adanya berbagai macam pajak dan kerja paksa
– Belanda selalu ikut campur dalam urusan pemerintahan kerajaan
– Wilayah Mataram semakin sempit akibat diberikan sebagian kepada Belanda
– Para bangsawan dan ulama kecewa karena masuknya peradaban barat kedalam keraton
b. Sebab-sebab khusus
– Pemasangan tiang pancang jalan menuju Magelang melewati tanah makam leluhur
– Diponegoro melarang pemasangan tiang pancang dan tetap mempertahankan haknya
c. Proses perlawanan perang Diponegoro
– Pada tanggal 20 Juli 825 Belanda bersama Danurejo IV menyerang Tegalrejo, Diponegoro bersama rakyat menyingkir ke Gua Selarong, Pleret, Dekso dank e Pengaih.
– Pertempuran berkobar dari Yogyakarta meluas ke Pacitan, Purwodadi, banyumas, pekalongan, Madiun, Rembang, semarang dan Kertosono
– Belanda menggunakan siasat Benteng Stelsel, membangun benteng di daerah yang dikuasainya:
– Jenderal De Kock mengajak berunding Diponegoro, perundingan di rumah Residen kedu tanggal 28 Maret 1830. Diponegoro ditangkap kemudian diasingkan ke Semarang, Batavia, dengan kapal Polluk dipindahkan ke Manado dan meninggal di Makassar 8 januari 1855.

 

BAB 9
REAKSI BANGSA INDONESIA TERHADAP KEKUASAAN BARAT

Standar Kompetensi
2. Memahami proses kebangkitan nasional
Kompetensi Dasar
2.1 Menjelaskan proses perkembangan kolonialisme dan imperialism Barat, serta pengaruh yang ditimbulkannya di berbagai daerah
Materi Pokok
– Bentuk-bentuk perlawanan rakyat dalam menentang koloniasme barat di berbagai daerah

A. PERANG BALI TAHUN 1846 – 1849
1. Latar Belakang
Perang Bali juga disebut perang jagaraga, karena pusat pertahanan pasukan Bali terletak di jagaraga. Sebab perang Bali
a. Belanda menolak adanya hokum Tawan Karang
b. Kerajaan Bali menolak usulan Belanda untuk menghapus hokum tawan karang
c. Belanda meminta perlindungan untuk perdagangannya.
2. Proses perwalanan
a. Pada tanggal 24 Juni 1846 Belanda mengultimatum kepada Raja Buleleng, Klungkung dan Badung dan Karang Asem untuk tunduk namun tidak dihiraukan
b. Pasukan Belanda berkekuatan 1700 pasukan berhasil merebut istana Buleleng
c. Raja Buleleng dan patih Jelantik mundur ke benteng Jagaraga yang diikuti raja karang asem
d. Maret 1848 Belanda yang dipimpin Vander Wijk berkekuatan 2300 pasukan berhasil mendesak
e. Di benteng Jagaraga pasukan mengobarkan semangat perang Puputan, yakni perang sampai habis-habisan sampai semua pasukan gugur. Sejak tahun 1849 kerajaan Bali dikuasai Belanda.

B. PERANG BANJAR TAHUN 1859 – 1863
Belanda berusaha mengusai kerajaan Banjar karena daerah ini merupakan penghasil lada.
Latar belakang dan sebab-sebab perang Banjar :
a. Kekecawaan rakyat dan bangsawan karena belanda turut campur tangan dalam urusan pemerintahan, seperti mengangkat Pangeran Tamjidilah sebagai raja menggantikan Sultan Adam
b. Kekecewaaan Pangeran Hidayat karena Belanda menangkap Prabu Anom dan dibuang ke Jawa
Proses terjadinya perlawanan :
a. Pasukan banjar yang dipimpin P. Hidayat dan Antarasari menyerbu Belanda di Martapura dan penggaron
b. Dukungan dari Kyai Demang, Hji Nasrun, Bunyasin, Kyai Langlang dan Tumengung Suropati
c. Pada tahun 1861 Pangeran Hidayat ditangkap dan diasingkan ke Cianjur Jawa Barat perlawanan dilanjutkan Antasari
d. Pangeran Antasari tanggal 14 Maret 1962 diangkat sebagai pemimpin agama tertinggi dengan gelar Panebahan Amirudin Khalifatul Mukminin
e. Perlawanan dilanjutkan Kyai Demang Leman Aminullah, P. Prabu Anom, pangeran Muhammad Seman, Gusti Matsoed dan Pangeran Narawijaya

C. PERANG ACEH TAHUN 1873 – 1904
Kerajaan Aceh bebas dari pengaruh asing, sehingga tetap merdeka serta bebas menjalankan politiknya sampai tahun 1871. Perlawanan ini merupakan yang paling berat dan lama bagi Belanda.
1. Sebab-sebab umum terjadinya perang Aceh
a. Letaknya strategis di Selat Malaka
b. Berdasar traktat London tahun 1824 Belanda terhalang menguasai Aceh, dalam traktak sumatera tahun 1871 Belanda memperoleh kebebasan untuk memperluas kekuasaannya di Sumatera
c. Belanda turut campur dalam urusan luar negeri Aceh dan tidak suka Aceh berhubungan dengan Turki, Amerika Serikat, Italia dan Singapura.
2. Sebab Khusus terjadinya perang Aceh
a. Penolakan Aceh terhadap tuntutan Belanda agar mengakui kekeuasaan Belanda
b. Serangan Belanda tanggal 5 April 1873 dengan menembbkkan meriam dari kapal
c. Tewasnya Mayor Jenderal Kobiler mengakibatkan tentara Belanda mengalami kegagalan
3. Proses perlawanan perang Aceh
a. Belanda mengirim pasukan ke-2 yang dipimpin Jenderal Van Seieten tanggal 9 Desember.
b. Perlawanan berkobar, muncul pemimpin salah satunya Habib Abdurahman, Teuku Umar, Cut Nya Dien dan Cut Meutia.
c. Belanda melaksanakan system garis pemusatan dengan memusatkan pasukan di benteng sekitar kota termasuk kota Raja
d. Teuku Umar memanfaatkan siasat dengan cara menyerahkan diri kepada Belanda dan mau bekerja sama sehingga diangkat sebagai Panglima. Namun setelah memperoleh senjata, tahun 1896 dengan pasukannya berbalik melawan Belanda, sehingga Deykerhoft dipecat.
e. Dr. Snouck Horgronje dari Belanda yang ahli dalam agama Islam melakukan penyamaran sebagai ulama dalam rangka untuk menaklukan Aceh.
f. Jenderal Van Heutz membentuk pasukan anti gerilya yang diberi nama Marechause sejak tahun 1899 Belanda mulai mengadkan serangn besar kedaerah pedalaman.
g. Belanda berhasil menaklukan Aceh setelah Benteng Kuto Reh berhasil direbut

D. PENGARUH SOSIAL
Pengaruh kebijakan colonial Belanda dibidang social paling Nampak, munculnya gerakan social ini berupa proses kaum petani, gerakan ratu adil dan gerakan keagamaan.
1. Gerakan protes petani
a. Gerakan Ciomas, diloancarkan para petani di Gunung Salak, Jawa Barat pada tahun 1896
b. Gerakan Condet, terjadi di Tanjung Oost, Condet tahun 1916 dipelopori Entong Gendut.
c. Gerakan Tanggerang, terjadi tahun 1924 dipimpin oleh Kaiin, menuntut dihapusnya tanah partikelir
2. Gerakan ratu adil, didasarkan atas kepercayaan akan datangya juru selamat
a. Gerakan Sidoharjo tahun 1903 dipimpin kayi kasan Mukmin, mengaku jelamaan Imam Mahdi
b. Gerakan Kediri tahun 1907 dipimpn kyai Dermojoyo, mengaku mendapat wahyu ratu adil

3. Gerakan keagamaan
Gerakan keagamaan muncul sebagai akibat protes terhadap keborokan moral yang terjadi karena pengaruh barat yang dibawa colonial Belanda
a. Gerakan Tarekat naksabandiyah dan Qodariah tahun 1880 sebelah utara Banten
b. Gerakan Budiah, terjadi tahun 1850 didesa Kali salak dipimpin H. Muhammad Rifangi

 

BAB 10
PERKEMBANGAN KRISTEN DI INDONESIA

Standar Kompetensi
Memahami proses kebangkitan nasional
Kompetensi Dasar
Menjelaskan proses perkembangan kolonialisme dan imperialism Barat, serta pengaruh yang ditimbulkannya di berbagai daerah
Materi Pokok
Daerah daerah persebaran agama Nasrani

A. Awal Perkembangan Kristen
Awal pertumbuhan Kristen diwilayah yang sekarang termasuk Israel yang menjadi wilayah jajah Romawi, khususnya yerusalem termasuk provinsi Judea yang diperintah Pontius Pilatus. Ajaran Kristen diperkenalkan Yesus Kristus, yang mana pengikutnya inilah disebut Kristen yang kemudian umat Kristen disebut Gereja. Abad ke 3 M Kristen menyebar ke Syria, Turki, Yunani dan romawi

B. Puncak Perkembangan Kristen di Eropan
Puncak perkembangan berlangsung sejak abad pertengahan (6-10 M), gereja menjadi satu-satunya lembaga yang diandalkan. Dibawah pimpinan Paus Gereja menentukan percaturan politik, social, ekonomi dan budaya di Eropa. Bahkan dominasi gereja menyebabkan Kristen membaeri sumbangan besarbagi perkembangan peradaban Barat.

C. Penyebaran Kristen ke Indonesia
Penyebaran Kristen Katholik dirintis oleh pastor dan biarawan sedang penyebaran Kristen Protestan dirintis oleh para pendeta atau pengabar Injil.
1. Abad ke 7 M terdapat perkampungan Kristen di Fansur Sumatera utara.
2. Pada tahun 1321 rohaniawan Fransiskan Odorico de Pordonone singgah di Sumatera, Kalimantan dan Jawa
3. Tahun 1347 rohaniawan Fransiskan Joao de Marignoli berkunjung ke Samudera Pasai
4. Masa Kekuasaan Portugis awal abad ke 15 M
5. Masa Kekuasaan Belanda lebih memprioritaskan peneybaran Kristen Protestan

D. Kendala Penyebaran Kristen di Indonesia
1. kecurigaan terhadap ronaniawan sebagai sekutu Portugis atau Belanda
2. campur tangan penguasa Kolonial yang lebih mementingkan keuntungan ekonomi dan akibatnya penyebaran Kristen dilakukan dengan cara cara serupa dengan upaya monopoli perdagangan atau perebutan kekuasaan

E. Dampak Kekuasaan Barat Terhadap Perkembagngan Agama Di Indonesia
1. Rekayasa Agama oleh portugis
2. Politik Islam Hidia Belanda
3. Langkan langkah politik Islam
4. Campur tangan terhadap Gereja

 

BAB 11
PROSES TERBENTUKNYA KESADARAN NASIONAL

Standar Kompetensi
Memahami proses kebangkitan nasional
Kompetensi Dasar
Menguraikan proses terbentuknya kesadaran nasional, identitas Indonesia dan perkembangan pergerakan kebangsaan Indonesia
Materi Pokok
Perkembangan pendidikan Barat dan perkembangan Islam terhadap munculnya nasionalisme Indonesia

Nasionalisme atau kesadaran nasional didefinisikan sebagai kesadaran keanggotaan suatu bangsa yang secara bersama-sama mencapai, mempertahankan, mengisi kekuatan bangsa itu. Kesadaran nasional pertama kali setelah munculnya Budi Utomo dan penderitaan rakyat Indonesia yang dijajah oleh penjajah.

A. Pengaruh Kekuasaan Kolonial
1. Perkembangan Pendidikan Dan Munculnya Kesadaran Nasional
2. Perubahan yang Terjadi karena Pengaruh Kekuasaan Kolonial :
3. Perubahan Politik : “ Banyak wilayah kerajaan yang diambil alih oleh Pemerintah Kolonial”
4. Perubahan ekonomi : “ Pendapatan yang diperoleh pejabat pribumi menjadi kecil karena mereka menjadi pejabat Pemerintah Kolonial”
5. Perubahan Sosial : “ Turunnya derajat kehormatan penguasa pribumi”
6. Perubahan Budaya : “Mulai rusaknya tradisi kehidupan masyarakat Indonesia”

B. Pengaruh Perluasan Kekuasaan Kolonial
Kebijakan eksploitasi colonial memlui system tanam paksa bagi Belanda sangat diuntungkan dengan pulihnya keuangan. Dilain pihak rakyat Indonesia sangat dirugikan. Ketidakadilan itu mendapat reaksi keras dari kalangan liberal, Van Deventer mendesak Belanda untuk meningkatkan kehidupan wilaya jajahan.

C. Perubahan Masyarakat Indonesia
1. Masyarkaat Indonesia sebelum politik Etis
a. Kalangan bawah rakyat jelata, buruh tani, buruh perkebunan dll
b. Kalangan menengah , pedagang, petani kaya dan pegawai pemerintah
c. Kalangan atas kalangan atas, pemuka agama dan bangsawan
2. Masyarkaat Indonesia setelah Politik etis
a. Ditandai oleh lahirnya kalangan terpelajar
b. Lahirnya kalangan terpelajar masyarakat Indonesia

 

BAB 12
PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA KEKUASAAN KOLONIAL

Standar Kompetensi
Memahami proses kebangkitan nasional
Kompetensi Dasar
Menguraikan proses terbentuknya kesadaran nasional, identitas Indonesia dan perkembangan pergerakan kebangsaan Indonesia
Materi Pokok
Perkembangan pendidikan Barat dan perkembangan Islam terhadap munculnya nasionalisme Indonesia

A. Pendidikan Islam
Pendidikan Islam adalah pendidikan yang dikelola oelh umat Islam yang bertujuan menanamkan nilai-nilai Islam kepada peserta didiknya, macam pendidikan Islam di Indonesia
1. Pendidikan di Langgar
2. Pendidikan Pesantren
3. Pendidikan Madrasah

B. Pengaruh Pendidikan Islam Terhadap munculnya Nasionalisme Indonesia
Kemerdekaan yang kita peroleh tidak dapat dipisahkan dari peran kaum muslim, sebab mayorita penduduk beragama Islam yang sangat anti dengan penjajahan. Tokoh-tokoh pergerakan nasional dan pejuang muslimpun bermunculan, banyak dari mereka menjadi tulang punggung perjuangan kemerdekaan diantaranya : Kh. Ahmad Dahlan, Abdullah Ahmad, Syekh M. Jamil Jambek, H. Zainudin Labai, KH. Hasyim Asyari dan lain sebagainya.

 

BAB 13
LAHIRNYA NASIONALISME INDONESIA

Standar Kompetensi
Memahami proses kebangkitan nasional
Kompetensi Dasar
Menguraikan proses terbentuknya kesadaran nasional, identitas Indonesia dan perkembangan pergerakan kebangsaan Indonesia
Materi Pokok
Perkembangan pergerakan nasional dari yang bersifat etnik, kedaerahan, keagamaan sampoai terentuknya nasionalisme Indonesia

A. Lahirnya Nasinalisme Indonesia
Nasionalsime Indonesia tumbuh pertama kali dikalangan terpelajar, dengan latar belakang:
a. Kalangan terpelajar dari daerah menyadari persamaan nasib sebagai jajahan Belanda
b. Persamaan nasib memunculkan tekad untuk merdeka

B. Organisasi Etnik
1. Jong Ambon, sejak tahun 1908 orang ambon telah membentuk organisasi, namun baru berdiri sejak 1918 tanggal 9 Mei 1920, AJ. Patty tokoh pemuda Maluku membentuk organisasi politik di semarang, bertujuan memberikan beasiswa kepada pelajar yang pandai akhirnya dia diasingkan ke Ujung Pandang, Bengkulu, Palembang dan Flores.
2. Jong Minahasa berdiri 24 April 1919 merupakan kelanjutan dari Rukun Minahasa 1912
3. Sarekat Pasundan, didirikan tahun 1914 bertujuan melindungi dan memajukan adat istiadat di tanah pasundan
4. Perserikatan Madura, berdiri tahun 1920 di Surabaya
5. Perkumpulan Betasi didirikan pemuda asli Jakarta diketuai Moh Husni Thamrin

C. Organisasi Kedaerahan
1. Trikoro Dharmo, berdiri tanggal 7 Maret 1915 di STOVIA Jakarta.
2. Jong Java, didirikan tanggal 12 Juni 1918
3. Jong Sumatranen Bond, didirikan 9 Desember 1917 oelh pemuda Sumatera yang sedang belajar di Jakarta.

D. Organisasi Keagamaan
1. Jong Islamitien Bond, didirikan di Jakarta tanggal 1 Januari 1925
2. Muda Kristen Jawi dipelopori peuda Kristen tahun 1920 memakai bahasa Jawa
3. Muahammadiyah, didirikan 18 November 1912 oleh KH. Ahmad Dahlan di Yogyakarta
4. Nahdiatul Ulama berdiri tanggal 31 Januari 1926 di Jawa Timur
5. Nahdiatul Wathan, didirikan tuan Guru Zainudin tahun 1932 di Pacor Lombok Timur
6. Matla’ul Anwar didirikan 9 Agustus 1916 di Serang Jawa Barat
7. Persatuan Umaat islam kelanjutan dari Perserikatan Ulama Islam didirikan oleh KH> Agus Salim di Majalengka
8. Al Jamiatul Washiyah, didirikan tahun 1930 di Medan.

BAB 14
ORGANISASI PERGERAKAN NASIONAL INDONESIA

Standar Kompetensi
Memahami proses kebangkitan nasional
Kompetensi Dasar
Menguraikan proses terbentuknya kesadaran nasional, identitas Indonesia dan perkembangan pergerakan kebangsaan Indonesia
Materi Pokok
Perkembangan pergerakan nasional dari yang bersifat etnik, kedaerahan, keagamaan sampai terbentuknya nasionalisme Indonesia

Organisasi Pergerakan Nasional Indonesia
Budi Utomo
Budi Utomo dirintis oleh upaya Dr. Wahidin Sudiro Husodo yang didirikan pada tanggal 20 Mei 1908. Tanggal tersebut selanjutnya dikenang sbagai Hari Kebangkitan Nasional. Tokoh pendiri dari organisasi ini adalah para mahasiswa STOVIA seperti Dr. Sutomo, gunawan, Cipto Mangunkusumo, dan R.T. Ario Tirtokusumo. Pada mulanya Budi Utomo bukan organisasi politik . Kegiatannya terpusat pada bidang sosial dan budaya. Sejak tahun 1915 Budi Utomo mulai bergerak di bidang politik. Pada tahun 1929 Budi Utomo masuk menjadi anggota PPPKI (Perhimpunan-Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia). Pada tahun 1935 Budi Utomo begabung dengan PBI (Persatuan Bangsa Indonesia) yang dipimpin oleh Dr. Sutomo. Penggabungan (fusi) ini membentuk organisasi baru bernama Parindra (Partai Indonesia Raya)

Sarekat Islam (SI)
Padatahun 1909, Kiyai Haji Samanhudi, sauagar batik dari Solo mendirikan Sarekat Dagang Islam (SDI). Tujuan dari organisasi ini adalah membela kepentingan pedagang Islam dari ancaman dan dominaasi pedagang Cina serta meningkatkan pengamalan ajaran Islam di antara para anggota.Pada tahun 1911 SDI berubah nama menjadi Sarekat Islam SI). Tokoh SI antara lain adalah H.O.S Tjokroaminoto, H. Agus Salim, Abdul Moeis, Suryopranoto. Sejak tahun 1917, terjadi perpecahan dalam tubuh SI, dengan adanya SI putih yang tetap setia kepada organisasi SI dan SI merah yang cenderung ke arah komunis. Dan pada tahun 1921, SI Merah memisahkan diri menjadi PKI.. Pada mulanya SI merupakan organisasi bercorak ekonomi dan agama. Kemudian coraknya beralih menjadi politik, yang ditandai dengan perubahan nama menjadi Prtai Sarekat Islam (PSI) lalu berubah lagi menjadi Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII).

Indische Partij (IP)
Organisasi ini didirikan pada tahun 1912 di Bandung oleh tiga serangkai (Douwes Dekker, Cipto Mangunkusumo, K.H. Dewantara). IP bertujuan untuk menyatukan semua golongan masyarakat Indonesia dalam semangat nsionalisme menuju Indonesia merdeka. Adapun Program dari IP antara lain :
Menanamkan cita-cita persatuan nasional Indonesia
Memberantas kesombongan sosial
Memberantas segala bentuk tindakan yang membangkitkan kebencian antar agama dan ras
Memperkuat pengaruh Indonesia
Menyerukan perbaikan ekonomi

Muhammadiyah
Organisasi ini didiikan oleh K.H. Ahmad dahlan pada tanggal 18 Nopember 2912 di Yogyakarta. Adapun tujuan organisasi ini adalah untuk mengembangkan ajaran agama Islam, memberantas kebiasaan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam, dan memajukan pemahaman ilmu agama Islam di antara para anggota.

Perhimpunan Indonesia (PI)
PI berasal dari organisasi pelajar Indonesia bernama Indische Vereneging yang didirikan pada tahun 1908. Pada tahun 1925 Indische Vereneging berubah nama menjadi Perhimpunan Indonesia. Tokoh PI antara lain Moch. Hatta, Ali Sostroamijoyo, , Abdul Majid Joyoadiningrat, Iwa Kusumasumantri, Sastro Mulyono, Sartono, Gunawan Mangunkusumo,, dan Nazir Datuk Pamuncak.

Partai Komunis Indonesia (PKI)
PKI didirikan pada tanggal 23 Mei 1920. Adapun tokoh-tokohnya antara lain : Semaun, alimin, Darsono, dan Tan Malaka.

Partai Nasional Indonesia (PNI)
PNI didirikan pada tanggal 4 Juli 1927 di Bandung oleh Ir. Soekarno. PNI bertujuan untuk mencapai Indonesia merdeka dengan usaha sendiri. Ideologi PNI disebut Marhaenisme.. Adapun program PNI Antara lain :
Bidang politik :
• Memperkuat rasa kebangsaan dan persatuan Indonesia
• Menyebarkan pengetahuan tentang sejarah nasional
• Menuntut kemerdekaan pers dan berserikat
Bidang ekonomi :
• Membentuk tata perekonomian yang melibatkan rakyat kecil
• Mengusahakan pembentukan koperasi
Bidang Sosial :
• Memajukan pengajaran untuk rakyat kecil
• Meningkatkan kedudukan kaum wanita
• Memperhatikan kepentingan buruh dan tani

Persatuan Bangsa Indonesia (PBI)
PBI berawal dari kelompok belajar bernama Indonesiche Studie club yang didirikan oleh Dr. Sutomo pada tahun 1924 di Surabaya. Pada bulan Nopember 1930 kelompok ini berubah nama menjadi PBI. Kegiatan PBI menitikberatkan pada usaha memperbaiki kesejahteraan rakyat. Usahanya adalah mendirikan rukun tani, menggalakan koperasi, membentuk sarikat kerja, meningkatkan pengajarn dan pendidikan rakyat. Pada tahun 1935, PBI dan budi Utomo bergabung membentuk Parindra.

Gabungan Politik Indonesia (GAPI)
GAPI didirikan pada tanggal 21 Mei 1939 di Jakarta. Tokoh GAPI antara lain Muhammad Husni tamrin, Amir Syarifudin, dan Abikusno Cokrosuyoso. Adapun program GAPI antara lain :
Hak menentukan nasib sendiri
Persatuan nasional seluruh rakyat Indonesia yang berdasarkan kerakyatan dalam bidang politik, ekonomi, dan social

 

BAB 15
PERAN BERBAGAI GOLONGAN DALAM PROSES TERBENTUKNYA KESADARAN NASIONAL

Standar Kompetensi
Memahami proses kebangkitan nasional
Kompetensi Dasar
Menguraikan proses terbentuknya kesadaran nasional, identitas Indonesia dan perkembangan pergerakan kebangsaan Indonesia
Materi Pokok
Peran Manifesto politik 1925, kongres pemuda 1928 dan kongres Perempuan Pertama dalam proses pembentukan identitas kebangsaan Indonesia

A. Peran Berbagai Golongan Dan Pembentukan idenditas Nasional
1. Peran Golongan Terpelajar
Dalam rangka perjuangan untuk menghapuskan penjajahan, golongan terpelajar menyadari perlunya persatuan dan kesatuan seluruh lapisan masyarakat. Nasionalisme Indonesia dapat ditumbuh kembangkan secara cepat melalui pendidikan. Dalam rangka itu maka didirikanlah sekoah-sekoah dengan tujuan mendidik pimpinan organisasi yang tangguh serta menanamkan nasionalisme kepada anak didik.

2. Peran Golongan Profesional Dalam Pergerakan Kebangsaaan Indonesia
a. Guru
Tahun 1924 Douwes Dekker tahun 1924 mendirikan Ksatrian School bertujuan menumbuhkan harga diri dan kepercayaan sebagai manusia merdeka dikalangan murid. Tampak jelas guru memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk dan menumbuhkembangkan kesadaran nasional .
b. Pedagang
Kyai Haji Smanhudi saudagar batik dari Solo mendirikan perkumpulan pedagang muslim dengan nama Sarekat Dagang Islam tahun 1909 yang kemudian berubah menjadi Sarekat Islam.

3. Peranan Pers Dalam Terbentuknya Nasionalisme
a. Pers Budi Utomo
b. Pers Sarekat Islam
c. Pers Indische Partij
d. Pers Perhimpunan Indonesia

4. Peran Wanita dalam Pergerakan Kebangsaan Indonesia
a. Organisasi Wanita
b. Kongres Wanita

5. Bahasa dan Identitas Bangsa
Berabad lalu bahasa Melayu menjadi bahasa pengantar antar daerah di kepulauan Indonesia, bahasa Melayu lebih dikenal sebagai bahasa perdaganan begitu pula dalam penyebaran agama Islam dan Kristen. Dalam kongres Sarekat Islam bahasa melayu mendapat identitas sebagi bahasa nasional yang mencerminkan nasionalisme. Peristiwa Sumpat Pemuda 18 Oktober 1928 merupakan penegasan akan perkembangan bahasa dan identitas bangsa.

6. Penggunaan Nama Indonesia
Penggunaan “Indonesia” untuk nusantara diperkenalkan oleh GR. Logan dari Inggris di Penang Malaysia dan seorang redaktur majalah Journal Indian Archipelago and Eastern Asia dalam sebuah artikel tahun 1850. Kata Indonesia berasal dari kata “India” (latin) dan “Nesos” (Yunani) yang berarti Kepulauan Hindia.

 

BAB 16
MANIFESTO POLITIK

Standar Kompetensi
Memahami proses kebangkitan nasional
Kompetensi Dasar
Menguraikan proses terbentuknya kesadaran nasional, identitas Indonesia dan perkembangan pergerakan kebangsaan Indonesia
Materi Pokok
Peran manifesto politik 1925, Kongres Pemuda 1928 dan Kongres Perempuan Pertama dalam proses pembentukan identitas kebangsaan Indoensia

A. Manifesto Politik
Tahun 1923 dipimpin Iwa Kusumasumantri (Perhimpunan Indonesia) menyarankan asas yang dianggap sebagai manifesto politi, bahwa Indonesische Vereeniging memiliki corak politik dan sikap radikal. Menurutnya dalam mencapai Kemerdekaan bangsa Indonesia harus menempuh jalan non Kooperasi dan menolak bekerjasama dengan Belanda. Pernyataan ini dipertegas lagi tahun 1925 dibawah pimpinan Sukiman Wiryosanjoyo dengan lebih berani. Kermerdekaan itu harus dicapai dengan adanya persatuan dan melalui usaha sendiri serta aksi massa yang sadar.

B. Kongres Pemuda Tahun 1928
Kongres pemuda I yang dilaksanakan tanggal 30 April samapi 2 Mei di Jakarta yang dihadiri para wakil berbagai organisasi pemuda bertujuan membentuk sebuah badan sentral dalam rangka memajukan paham persatuan dan kebangsaan serta mengutamakan hubungan diantara organisasi pemuda kebangsaan.
Hasil keputusan Kongres Pemuda I
1. Menyibapkan Kongres Pemuda Indonesia II
2. Menyerukan persatuan berbagai organisasi pemuda alam satu organisasi pemuda Indonesia
Pada tanggal 12 agustus 1928 dibentuk panitia penyelenggara Kongres pemuda II berlangsung tanggal 27-28 Oktober 1928 dan menghasilkan keputusan :
1. Kami putra dan Putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia
2. Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bansa Indonesia
3. Kami Putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

 

BAB 17
PENYIMPANGAN SOSIAL

Standar Kompetensi
Memahami proses kebangkitan nasional
Kompetensi Dasar
Mengidentifikasi berbagai penyakit social (miras, judi, narkoba, HIV/AIDS, PSK dan sebagainya) sebagai akibat penyimpangan social dalam keluarga dan masyarakat
Materi Pokok
– Penyimpangan social dalam keluarga dan masyarakat
– Bentuk-bentuk penyimpangan social dalam keluarga dan masyarakat
– Contoh penyimpangan social di dalam keluarga dan masyarakat

Penyimpangan Sosial dalam masyarakat, pengertian, bentuk, jenis, dampak, dan upaya pencegahannya.

A. Peyimpangan social dalam keluarga dan masyarakat
1. Pengetian Penyimpangan social
Penyimpangan social adalah perilaku seseorang atau sekelompok orang yang telah melanggar atau mengabaikan nilai-nilai dan norma yang ada di dalam masyarakat.
2. Penyimpangan social dalam keluarga
Keluarga dapat diartikan instrument terkecil dari masyarakat. Keluarga juga merupakan tempat pendidikan pertama dari ayah dan ibu. Maka hargi dan hormatilah ayah dan ibu. Jika dalam suatu keluarga ada salah satu anggota keluarga yang tidak menaati nilai-nilai dan norma tersebut, maka anggota keluarga tersebut berarti telah melakukan penyimpangan social di dalam keluarga.
3. penyimpangan social dalam masyarakat
sekelompok orang atau individu yang melakukan pelangggaran nilai-nilai dan norma di dalam masyarakat, maka kelompok orang tersebut dapat dikatakan penyimpangan social di masyarakat.

B. Bentuk penyimpangan social dalam keluarga dan masyarakat
1. Bentuk penyimpangan social di dalam keluarga dapat diidentifikasi antara lain : apabila salah satu anggota keluarga telah nyata-nya ada yang meninggalkan atau tidak taat pada nilai dan norma yang telah terbina dalam keluarga. Sebab nilai dan fungsi norma memiliki fungsi sebagai berikut :
• memberi arah dalam berprilaku baik dalam keluarga atau masyarakat
• memberi sumbangan yang berarti akan pandangan hidup baik ddi dalam keluarga atau masyarkat
• nilai bias mempengaruhi perkembangan pribadi seseorang

C. Contoh penyimpangan social didalam keluarga dan masyarkaat
a. Dalam Keluarga
Contohnya :
1. Seorang ayah menghabiskan hartanya untuk berjudi
2. Seorang anak berani mencuri uang orangtuanya
3. Seorang ibu telah melakukan pekerjaan yang tidak senonoh dipandang dari segi agama
4. Seorang orang tua melakukan perselingkuhan, sehinga terjadi pertengkaran dan percekcokan
b. Dalam masyarkaat
Contohnya :
1. Adanya kelompok masyarkaat yang bangga dengan mabuk-mabukan
2. Ada kelompok masyarakat yang perilakunya tidak menunjukan nilai-nilai manusia seperti membunuh dan mencuri
3. Ada kelompok masyarakat yang hidupnya dari hasil korupsi

 

BAB 18
KEBUTUHAN

Standar Kompetensi
Memahami kegiatan pelaku ekonomi di masyarkaat
Kompetensi Dasar
Mendeskripsikan arti kelangkaan dan factor-faktor penyebab terjadinya kelangkaan

A. Kebutuhan Manusia
Kebutuhan menurut tingkatan atau intensitasnya
• Kebutuhan primer
Kebutuhan primer adalah kebutuhan yang harus/wajib terpenuhi, artinya apabila kebutuhan tersebut tidak terpenuhi, maka manusia akan mengalami kesulitan dalam hidupnya. Contoh: sandang (pakaian), pangan (konsumsi), papan (tempat tinggal), dan pekerjaan
• Kebutuhan sekunder
Kebutuhan sekunder adalah kebutuhan yang pemenuhannya setelah kebutuhan primer terpenuhi, namun tetap harus dipenuhi, agar kehidupan manusia berjalan dengan baik. Contoh: pendidikan , pariwisata, rekreasi, hiburan
• Kebutuhan tersier
Kebutuhan tersier adalah kebutuhan yang dipenuhi setelah kebutuhan primer dan sekunder terpenuhi. Contoh: mobil, motor, komputer, handphone, tablet, dll

Kebutuhan menurut waktunya
• Kebutuhan Sekarang
Kebutuhan sekarang adalah kebutuhan yang pemenuhannya tidak bisa ditunda-tunda lagi/kebutuhan yang harus segera dipenuhi. Contoh: makan, minum,sandang , tempat tinggal, dan obat-obatan
• Kebutuhan yang akan datang/masa depan
Kebutuhan yang akan datang adalah kebutuhan yang pemenuhannya dapat ditunda, tetapi harus dipikirkan mulai sekarang. Contoh: tabungan
• Kebutuhan tidak terduga
Kebutuhan ini disebabkan sesuatu yang terjadi secara tiba-tiba / tidak disengaja yang sifatnya insidental. Contoh : konsultasi kesehatan
• Kebutuhan sepanjang waktu
Kebutuhan sepanjang waktu adalah kebutuhan yang memerlukan waktu lama

Kebutuhan menurut sifatnya
• Kebutuhan jasmani
Kebutuhan jasmani adalah kebutuhan yang diperlukan untuk pemenuhan fisik/jasmani yang sifatnya kebendaan. Contoh: makanan, pakaian, olahraga, dan istirahat
• Kebutuhan rohani
Kebutuhan rohani adalah kebutuhan yang diperlukan untuk pemenuhan jiwa atau rohani. Kebutuhan ini sifatnya relatif karena tergantung pada pribadi seseorang yang membutuhkan. Contoh: beribadah, rekreasi, kesenian, dan hiburan

Kebutuhan menurut subjeknya
• Kebutuhan individu
Kebutuhan individu adalah kebutuhan yang hanya diperlukan untuk memenuhi kebutuhan seorang saja. Contoh: kebutuhan petani waktu bekerja berbeda dengan kebutuhan seorang dokter
• Kebutuhan sosial (kelompok)
Kebutuhan sosial adalah kebutuhan yang diperlukan untuk memenuhi kepentingan bersama kelompok. Contoh: siskamling, gedung sekolah, rumah sakit, dan jembatan

Alat Pemuas Kebutuhan
Alat pemuas kebutuhan adalah suatu benda baik berupa barang maupun jasa yang bisa memuaskan kebutuhan kita.

Jenis alat pemuas kebutuhan
1. Menurut wujudnya
a. Barang atau benda konkret
Benda konkret merupakan alat pemuas kebutuhan yang dapat dilihat, diraba, dan dirasakan manfaatnya.
Contohnya rumah, pakaian, roti, nasi, dan sebagainya.
b. Jasa atau benda abstrak
Jasa merupakan alat pemuas kebutuhan yang hanya dapat dirasakan manfaatnya, tetapi tidak dapat dilihat atau diraba.
Contohnya hiburan musik, layanan angkutan, dan sebagainya.

2. Menurut kelangkaannya
a. Benda bebas
Benda bebas, yaitu benda yang jumlahnya tidak terbatas sehingga untuk mendapatkannya tidak perlu pengorbanan atau secara cuma-cuma. Benda ini sudah ada di alam bebas
Contohnya oksigen, air di musim penghujan, sinar matahari dan sebagainya.
b. Benda ekonomi
Benda ekonomi, yaitu benda yang tersedia dalam jumlah yang terbatas sehingga untuk mendapatkan perlu pengorbanan.
Contohnya air pada musim kemarau, pakaian, rumah dll
c. Benda illith
Benda illith adalah benda yang jika jumlahnya sesuai kebutuhan akan bermanfaat tetapi jika berlebihan akan merugikan kehidupan manusia.
Contohnya air ketika hanya satu gelas bisa kita minum namun jika air tersebut melimpah sampai sekampung kita menjadi kebanjiran, hal ini juga terjadi pada api dan angin

3. Menurut hubungannya dengan benda lain
a. Benda penganti (substitusi)
Benda substitusi merupakan benda yang dapat menggantikan benda lain yang sedang diperlukan.
Contohnya pensil dengan pulpen, teh dengan kopi, sandal dengan sepatu dll
b. Benda pelengkap (komplementer)
Benda komplementer merupakan benda yang berfungsi melengkapi benda lain.
Contohnya bahan bakar bagi mobil, tinta bagi spidol, kunci bagi pintu dan sebagainya.

4. Menurut tujuan pemakaiannya
a. Benda konsumsi
Benda konsumsi adalah benda yang tujuannya dapat dipergunakan langsung untuk memenuhi kebutuhan.
Contohnya minuman, makanan, pakaian dan sebagainya
b. Benda produksi
Benda produksi merupakan benda yang dipergunakan untuk memproduksi benda lain baik berupa berang maupun jasa.
Contohnya komputer bagi programer komputer, kamera bagi fotografer, gedung sekolah bagi sekolah dll

5. Menurut sifatnya
a. Benda bergerak
Benda bergerak adalah benda yang mudah dipindah-pindahkan. Benda ini biasanya bisa dijadikan sebagai jaminan pinjaman jangka pendek..
Contohnya perhiasan, mobil, motor dll
b. Benda tidak bergerak atau tetap
Benda tidak bergerak atau tetap adalah benda yang tidak dapat dipindah-pindahkan. Biasanya bisa dijadikan jaminan pinjaman jangka panjang.
Contohnya tanah, gedung, kebun, pabrik dll

Kelangkaan
Kelangkaaan adalah kondisi dimana alat pemuas kebutuhan (sumber daya) yang dimiliki tadak dapat memenuhi kebutuhan yang ada.

Sebab
1. Jumlahnya terbatas
2. Sulit untuk mendapatkannya
3. Banyak yang membutuhkannya

Solusi atas kelangkaan
1. Membuat skala prioritas
Kita pada saat memenuhi kebutuhan harus bisa mendahulukan kebutuhan yang paling penting dari yang kurang dan tidak penting.
2. Menghemat sumber daya yang ada
3. Mencari sumber daya yang baru

BAB 19
PELAKU DALAM KEGIATAN EKONOMI

Standar Kompetensi
Memahami kegiatan ekonomi masyarkaat
Kompetensi Dasar
Mendeskripsikan pelaku ekonomi rumah tangga, masyarakat, perusahaan, koperasi dan negara
Materi Pokok
Rumah tangga konsumsi/konsumen
Rumah tangga produksi/Produsen

A. Pelaku-Pelaku Ekonomi
Pengertian Pelaku Ekonomi
Pelaku ekonomi merupakan pihak-pihak yang melakukan kegiatan ekonomi. Setiap orang dalam memenuhi kebutuhannya, akan melakukan kegiatan ekonomi. Kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh setiap pelaku ekonomi berbeda-beda. Secara garis besar pelaku ekonomi dapat dikelompokan menjadi lima pelaku, yaitu rumah tangga, perusahaan, masyarakat luar negeri, dan pemerintah. Setiap pelaku ekonomi ada yang berperan sebagai produsen, konsumen atau distributor.
1. Rumah tangga Keluarga (RT Konsumen)
a. Sebagai konsumen
Sebagai konsumen RT keluarga berperan mengkonsumsi barang dan jasa yang dihasilkan oleh RT produsen dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup
b. Sebagai pemilik factor factor produksi
Rumah tangga keluarga adalh pemilik barbagai factor produksi. Factor-faktor produksi yang terdapat pada rumah tangga keluarga antara lain tenaga kerja, tenaga usahawan, barang-barang modal, kekayaan alam, dan harga tetap.
2. Perusahaan
a. Perusahaan sebagai produsen
Sesuai dengan fungsinya, perusahaan dalam aktivitasnya selalu menghasilkan suatu barang/jasa. Untuk dapat menjalankan fungsinya ini perusahaan sebelum menjalankan aktivitasnya terlebih dahulu melakukan beberapa hal antara lain
1) Menentukan barang/jasa yang akan diproduksi
2) Mengelola bagaimana proses barang/jasa tersebut dapat diproduksi
3) Memastikan bahwa barang/jasa yang diproduksi dibutuhkan oleh masyarakat luas

b. Perusahaan sebagai konsumen
Kegiatan konsumsi yang dilakukan perusahaan berkaitan erat dengan proses produksi yang dijalankan oleh perusahaan tersebut, antara lain :
1) Pengadaan bahan-bahan yang merupakan bahan pokok dari produksi perusahaan
2) Pengadaan alat/sarana yang dipergunakan untuk kelancaran proses produksi
3) Pembayaran upah karyawan
c. Perusahaan sebagai distributor
Sebagai distributor perusahaan malakukan hal hal berikut :
1) Mengadakan kegiatan promosi melalui iklan
2) Mengadakan kegiatan perdagangan
3) Membuka agen atau cabang dibeberapa tempat
4) Memiliki armada angkutan yang menyalurkan hasil produksi

 

BAB 20
PASAR

Standar Kompetensi
Memahami kegiatan ekonomi masyarakat
Kompetensi Dasar
Mengidentifikasi bentuk pasar dalam kegiatan ekonomi masyarkaat
Materi Pokok
a. Pengertian pasar
b. Fungsi Dasar
c. Macam-macam pasar
d. Peranan pasar

A. Pengertian Pasar
Pengerian pasar secara konkrit, artinya pengertian pasar dalam kehidupan sehari-hari yaitu tempat orang-orang bertemu untuk melakukan suatu transaksi jual beli barang. Berdasarkan pengertian diataas dapat disimpulkan bahwa sebuah pasar dapat terjadi jika terdapat syarat-syarat berikut ini:
1. Adanya penjual dan pembeli
2. Adanya barang dan jasa yang diperjual belikan
3. Adanya interaksi antara penjual dan pembeli
4. Adanya media tau tepat untuk interaksi penjual dan pembeli

B. Fungsi Pasar
Fungsi utama pasar yaitu sebagai sarana distribusi, pembentukan harga dan sebagai tempat promosi

C. Macam-Macam Pasar
Secara garis besar pasar dapat dikelompokkan menjadi enam macam yaitu : pasar menurut jenis barang yang diperjualbelikan, waktu bertemunya penjual dan pembeli, luas kegiatan distribusi, fisik pasar serta menurut bentuk dan strukturnya.

D. Peranan Pasar
1. Peranan pasar bagi produsen
Pasar mempunyai pernaan bagi produsen yaitu membantu memperlancar penjualan hasil produksi dan dapat pula digunakan sebagai tempat untuk mempromosikan atau memperkenalkan barang dan jasa hasil produksi
2. Peranan pasar bagi konsumen
3. Peranan pasar bagi pembangunan
4. Peranan pasar bagi sumber daya manusia
E. Hubungan antara pasar dengan Distribusi
1. Fungsi pertukaran
2. Fungsi penyediaan fisik
3. Fungsi penunjang

Selesai

Bagi yang membutuhkan file versi word silakan hub. saya 

Tag: , , , , , , , ,
Previous Post

Contoh Soal IPS Tingkat SMP

Next Post
download
Administrasi Sekolah

Proposal Perkemahan Pramuka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Instagram Photos